Apakah Jodoh di Tangan Tuhan?
Salah satu hal yang sering dipertanyakan di Indonesia ketika anda berumuran 25 ke atas adalah, "kapan ngundang?," "Kapan pesta?", "Kapan giliranmu?". Ini merupakan pertanyaan-pertanyaan umum yang diutarakan baik kepada wanita maupun kepada pria. Apalagi jika kamu lagi dikondangan atau pesta pernikahan.
Bagi sebagian orang pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan suatu masalah besar, mungkin karena fokus belajar, bekerja atau meniti karier, sehingga tidak terlalu pusing dengan jodoh dan tidak peduli dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bagi yang lain, pertanyaan ini adalah beban. Oleh sebab pertanyaan tersebut seseorang malu pulang kampung. Dengan demikian, sebelum punya pasangan, "ogah deh pulang kampung." Atau bagi beberapa yang lain, pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang sangat nyelekit hati. Jika kita ingat, beberapa tahun lalu, ada seorang yang tega membunuh, oleh sebab pertanyaan ini dilontarkan padanya. Ada juga yang menganggap pertanyaan ini adalah, "pertanyaan horor," sebab dengan belum dimilikinya pacar atau kekasih di umur segitu, itu menandakan bahwa kamu kurang menarik, atau ngga laku. Bahkan, ada slogan yang mengatakan, "jangan sebut kamu tampan atau cantik jika kamu belum punya pacar." Huh.. segitunya? Inilah beberapa paradigma dari masyarakat. Semua orang bebas memiliki pandangan akan hal tersebut. Tetapi yang menjadi alasan utama, apakah penyebab dari kamu yang belum memiliki kekasih karena kurang cantik? Atau tidak menarik? Atau takdir? Atau jodoh yang belum lahir?
Pada artikel berikut ini, kita akan membahas tema yang sering dipertanyakan oleh beberapa orang yaitu: "Apakah Jodoh Di Tangan Tuhan?"
Sebelum melangkah ke bagian tersebut, apakah arti dari jodoh? Jodoh adalah orang yang cocok untuk menjadi suami atau istri, pasangan hidup (KBBI Edisi keempat, hal. 586). Dengan demikian, kita perlu menggaris bawahi kata, "cocok." Nilai dari, "cocok," juga relatif karena masing-masing orang memiliki nilai kecocokan masing-masing.
Setiap pemuda dan pemudi Kristen akan bertanya, apakah Alkitab menuliskan tentang jodoh dan lain-lain? Alkitab tidak langsung menuliskan tentang jodoh, tetapi Alkitab menuliskan prinsip-prinsip mencari jodoh (pasangan hidup). Pada intinya, Allah tidak mendesain atau menciptakan manusia seperti robot. Manusia bebas untuk memilih.
1. Mencari Pasangan Yang Sepadan.
Firman Tuhan menyatakan, bahwa pemuda/i Kristen harus mencari pasangan yang sepadan. Kata sepadan sudah ada sejak dulu yang tertulis dalam kitab Kejadian, yaitu: TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia (Kej. 2:18). Pada ayat ini ada tiga point penting yang perlu diperhatikan:
(1). Tidak baik kalau manusia itu seorang diri
(2). Allah menjadikan seorang penolong
(3). Pasangan yang dijadikan adalah yang sepadan.
Tentu, ayat tersebut pertama kali ditujukan pada manusia pertama yaitu Adam. Allah menyatakan Adam tidak baik sendiri, Allah menjadikan untuknya seorang penolong. Penolong yang Allah jadikan adalah yang sepadan. Dengan demikian, sebaiknya manusia memiliki pasangan tapi tidak ada paksaan atau kewajiban untuk memiliki pasangan. Kemudian, Allah telah menyediakan pasangan bagi mereka yang menikah (sebab memang ada orang yang dilahirkan untuk tidak menikah). Bukan hanya itu, pasangan yang Allah sediakan adalah pasangan yang sepadan. Maka, jika kita ingin menikah, carilah pasangan yang sepadan.
2. Makna Sepadan
Apakah maksud dari Firman Tuhan ketika disebutkan untuk mencari yang sepadan? Apakah maksudnya jika aku kaya maka aku harus menikahi pasangan kaya, jika aku miskin harus menikah dengan orang miskin, jika aku cantik ya wajib sama yang tampan, atau sebaliknya?
Pastinya bukan itu maksudnya. Secara singkat, sepadan memiliki makna seimbang, jika kamu Kristen, maka carilah pasangan yang Kristen juga. Mengapa? Ya, kata kuncinya, "sepadan."
Alasannya karena setiap manusia memiliki nilai masing-masing dalam hidupnya. Nilai-nilai tersebut juga tercipta karena beberapa faktor, misalnya pola asuh orangtua, cita-cita, kebudayaan, bahkan nilai agama. Sehingga, ketika kamu ingin menyamakan tujuan hidup maka pilihlah yang seiman. Jika tidak akan lebih banyak kesulitan yang kamu peroleh. Sebab, seiman saja kadang sulit menyatukan tujuan hidup, visi dan misi hidup.
Pasangan sepadan juga berperan penting dalam hubungannya dengan anak. Anak akan bingung mau mengikut siapa dan apa, jika kedua orang tua berbeda agama. Nilai-nilai yang harus ia ikuti juga akan bercampur atau tidak jelas.
Perlu diingat dalam menjalani rumah tangga, suami dan istri harus sama-sama bekerja sama dan berjalan bersama, bagaikan perahu yang harus didayuh bersama-sama dengan satu tujuan yang sama. Jika tidak, maka tidak akan pernah sampai kepada tujuan, apalagi jika gelombang muncul, maka perlu kerja keras dan kerjasama dalam mendayuhnya. Dengan demikian pasangan yang seiman itu sangat...dan sangat penting.
Ingat hubungan yang akan kamu jalani kelak bukan sehari dua hari sebulan dua bulan atau setahun tiga tahun namun seumur hidup sampai maut memisahkan. Jangan buang-buang waktu untuk orang yang tidak tepat. Carilah yang sepadan dan memiliki visi yang sama denganmu.
3. Dimanakah jodohku?
Setelah kamu memahami bagian di atas, maka langkah selanjutnya adalah mendoakan, menemukan dan menjalin hubungan dengan orang yang tepat.
Di dalam kehidupan sehari-hari dan bersama, Allah menunjukkan banyak pria atau wanita ke hadapanmu. Melalui doa dan pimpinan-Nya, kita dapat memilih yang tepat dari ratusan bahkan ribuan orang yang kita kenal. Allah tidak pernah memaksa kita untuk memilih seseorang, untuk itu kita butuh pimpinan dan hikmat dari Tuhan. Kita juga dianugerahi akal untuk berfikir dan menetapkan. Tetapi jangan buru-buru, terus minta pimpinan Tuhan.
Selain berdoa, kita juga perlu memperhatikan diri kita. Caranya, melayakkan diri kita sendiri sebagai orang yang layak untuk dikasihi dengan cara kasihi dirimu sendiri. Kemudian, jalin hubungan yang makin intim dengan Tuhan, sebab hanya anak Tuhan yang layak dengan anak Tuhan. Setelah itu, pantaskan juga penampilan kita, memang penampilan bukan segala-galanya. Tetapi penampilan adalah penggambaran tentang siapa dirimu dalam first sight. Meskipun terkadang itu tidak benar. Saya sering mendengar orang mengatakan, "yang penting hatinya bukan penampilannya!" Nah, masalah hati asal anak Tuhan pasti hatinya tertuju kepada Tuhan dan masalah karakter dapat kita lihat setelah mengenal lebih lama, bukan berarti penampilan tidak penting. Saya akan berikan satu contoh. Jika seorang pria (kita sebut X) berada di dua kondisi untuk memutuskan mana wanita yang paling tepat untuknya, kita sebut wanita pertama (A) dan wanita kedua (B). Keduanya, A dan B sama-sama memiliki karakter yang sangat baik, sama-sama anak Tuhan, sama-sama lemah lembut, penuh kasih dan perhatian, sama-sama pendoa, sama-sama giat melayani, sama-sama sangat mengasihi Tuhan. Tetapi si A jauh lebih cantik dari si B, maka kemungkinan besar pria tersebut, akan memilih si A. Meski mungkin tidak semua pria akan melakukan hal itu.
Lantas bagaimana jika semua itu sudah dilakukan namun belum juga ketemu?
(1). Perhatikan dirimu, apakah betul-betul sudah memperhatikan dan melakukan hal di atas.
(2). Jangan-jangan kamu kebanyakan memilih, padahal Tuhan sudah tunjukkan si A,B,C,D, dan si E.
(3). Jangan terlalu lama bergumul, atau menerapkan prioritas yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Jangan juga terlalu gampang menentukan hingga menjalin hubungan pacaran yang hanya sesaat atau seumur jagung. Jangan salah pilih, jika kamu salah pilih itu bukan kesalahan Tuhan tetapi kesalahanmu.
Akhir kata, semoga teman-teman semua berhasil menemukan jodoh yang sepadan, yang dari Tuhan.
Jika merasa terberkati ketika membaca, mohon dishare, semoga banyak yang dapat berkat, Gbu 🙏🏻.
.png)


Comments
Post a Comment